Kamis, 02 Juni 2016

Red-A Compact Powder And Lipstick Hauls

Assalamualaikum,
Aku datang lagi membawa sebungkus cerita tentang produk lokal. Hasil belanjaku di Orami.com (dahulu namanya Bilna.com).Siapa tahu aja bisa menjadi referensi buat kalian yang sedang mencari translucent powder yang berbentuk compact.Harganya murah meriah ngga sampai 30 ribu, Produk dalam negeri lagi.
Eits jangan skeptis dulu, walau produk dalam negeri tetap mesti kita coba dulu baru bisa komentar masalah kualitasnya. "Tak kenal maka tak sayang" begitu istilahnya. Mungkin diantara kalian sudah ada yang pernah mencoba produk ini,tapi buatku ini produk baru yang aku temui setelah membaca salah satu postingan tentang reviewnya oleh seorang beauty blogger dari Indonesia, tapi aku lupa namany (duh,maafkan) kalau ada yang merasa pernah review produk ini juga boleh nanti acungkan tangannya di kolom komentar ya :P
Setelah membaca reviewnya, aku baru tahu kalau ada produk dalam negeri yang membuat varian seperti ini. Aku rasa sudah ngga asing lagi dengan brand yang satu ini, Red-A masih satu perusahaan dengan Viva Cosmetics,pasti tahu kan?
Kalau boleh aku bilang Red-A ini semacam lini untuk para remaja yang ingin tampil natural namun tetap cantik dan fresh.  Dan yang aku lihat di website mereka produk yan ditawarkan pun ngga macem-macem, simple saja. Untuk keperluan para remaja putri sehari-harinya.
Walaupun sudah bukan remaja lagi,tapi aku ingin mencoba beberapa produknya, seperti yang akan aku kupas lebih dalam berikut ini.

Pertama aku ingin mencoba Red-A Compact Powder Translucent. Yang terbayang dibenakku ketika mendengar kata "Translucent" adalah setting powder yang bertekstur serbuk biasa dipakai untuk menge-set concealer,foundation atau pelembap dan primer sebelum memakaikan foundation. Tapi kali ini Translucent powder yang akan aku coba berbentuk compact atau padat seperti compact powder pada umumnya. Kemasannya terbuat dari plastik bulat berwarna soft pink ini dilengkapi juga dengan kaca pada bagian tutupnya dan puff aplikator. 
Dibagian belakang kemasan tercetak informasi nama produk,komposisi,dan tanggal kadaluarsanya. Selain itu kode produksi dan barcode juga turut dicantumkan. Cukup informatif untuk produk mungil ini. Yang bikin unik lagi yaitu produk ini berupa mozaik warna-warna pastel yang digabungkan dalam satu wadah. Tapi ketika di swatch dengan jari secara keseluruhan warnanya menjadi bedak putih saja. Yup,bedak ini masih memiliki warna lho ya jangan terkecoh dengan kata "Translucent". Teksturnya powdery tapi tetap terasa halus ketika aku swatch. 

Ini hasilnya ketika aku aplikasikan setelah moisturiser dan sunscreen (keabisan primer). Produk ini memang bisa mengeset dua base products tadi, tapi dia tidak memiliki daya tutup layaknya compact powder. Jadi ini bakal bener-bener terlihat sheer dimuka. Semua noda tercela dan kekurangan pada muka masih terlihat. Dan satu lagi bedak ini ternyata mengandung shimmer walau mungkin tidak tertangkap pada kamera. Hasilnya muka bakal sedikit nge-glow kalau buatku dibeberapa area, seperti pipi,dahi dan dagu. Sedikit saran dariku kalau mau pakai untuk menge-set secukupnya saja. Sekiranya sudah terlihat semi-matte jangan terus menambahkan bedak ini karena hasilnya akan terlihat putih sekali. Tapi aku belum mencoba produk ini sebagai setting powder setelah memakai alas bedak atau setelah semua produk makeup diaplikasikan ke muka

Itulah sedikit pengalamanku memakai Red-A Compact Powder "Translucent" karena baru pertama kali mencoba jadi aku belum terlalu bisa bicara banyak. Apakah bedak ini akan masuk dalam "Hitpan Items Project"? kita lihat saja nanti.

Next, selain mencoba bedak translucentnya aku juga ingin sedikit bernostalgia dengan lipstik dari Red-A ini. Aku yakin sudah ngga asing lagi sama produk yang satu ini. Tapi kali ini aku memilih beberapa warna yang sedikit nyeleneh untuk ukuran lipstik lokal yang biasanya hanya terpaku pada beberapa warna umum seperti merah,pink,merah keoranye,coklat,maroon dll. Ternyata setelah sekian lama kemasannya tidak berubah,tetap dibalut dengan kemasan terbuat dari plastik berwarna putih dengan ukuran yang bisa dibilang mungil. Dan tipikal lipstik buatan dalam negeri yang agak males kasih nama untuk tiap warnanya, iya sih aku tau lipstik Red-A ini ada banyak warnanya jadi kalau mesti dikasih nama satu-satu agak repot kali yeee! Oh well, tapi aku lebih suka sesuatu yang memiliki nama ketimbang hanya kode huruf atau angka. (cuma pendapat lho yaa jangan dimasukin ke hati apalagi pikiran heheheh... :D )
Dari yang terlihat, warna-warnanya cukup solid tapi apakah akan se-solid itu ketika sudah sampai bibir?
Kita bicara komposisi yang terkandung di dalam produk ini, tertulis pada website mereka www.myred-a.com   lipstik ini mengandung Squalane, Avocado Oil dan Shea butter yang berfungsi untuk membantu menjaga kelembapan pada bibir dan mencegahnya dari bibir pecah-pecah. Selain itu Vitamin E yang berperan sebagai anti oksidan juga terkandung dalam produk ini.
Tapi produk ini malah bikin kering di bibirku dan daya tahannya juga kurang bisa diandalkan. 

Secara tekstur lipstik ini terasa agak greasy walau memang sih terasa ringan di bibir. Aku juga mendapati sedikit ketidak konsistenan pada pigmentasi warna. Seperti yang terlihat dibawah ini hanya lipstik yang memiliki tone warna agak gelap yang bisa sedikit menunjukan warna se solid seperti pada kemasannya. Dan satu lagi aku agak kesusahan meratakan warnanya ketika diaplikasikan pada bibir.

No.634 dari seri nude, pada kemasan terlihat warna soft nude dengan sedikit hint pink. Tapi ketika diaplikasikan ke bibir warnanya hanya terlihat putih saja.






No. 635 dari seri plums, warnanya tidak segelap yang terlihat pada
kemasan,aku suka warna ini. warnanya di bibirku terlihat reddish plum.






No.636 pearl dari seri nudes, di webnya tertulis "636 pearl" entah apa maksudnya, mungkin hasil akhirnya pearl finish yang mana agak nge-glow seperti mutiara. Warna ini hampir menyerupai warna bibir dan sangat sheer. Butuh beberapa kali pulasan hingga warnanya bisa tertangkap kamera.




No.637 pearl dari seri plums, padahal terlihat pada kemasannya warnanya sangat solid, berupa warna ungu namun ketika diaplikasikan pada bibir butuh ekstra pulasan seperti pada No.636 pearl. Padahal dia punya hasil akhir yang bagus kalau saja warnanya lebih opaque.

Overall, aku suka sama warna tapi kurang suka sama tekstur dan konsistensinya. Aku hanya bisa berharap produk buatan dalam negeri bisa lebih banyak lagi berkembang agar bisa bersaing dengan kosmetik dalam negeri lainnya yang memiliki kualitas lebih baik, atau bahkan bisa bersaing dengan produk luar. Jadi kita semakin bangga pakai produk dalam negeri.
Sekelumit cerita ini semoga menginspirasi, ini berdasarkan yang aku alami dan rasakan jadi jangan dijadikan patokan juga.
Sampai di sini dulu, sampai ketemu lagi di postingan-postingan selanjutnya.






8 komentar:

  1. Warna lipstiknya unik-unik yak! :D Cuma yang putih itu fail banget -_-" Jadi kayak habis minum susu tapi nggak dilap XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya itu harusnya pink pucet sist,entah kenapa ditangkep kameranya begitu :(

      Hapus
  2. Warna lipstiknya unik-unik yak! :D Cuma yang putih itu fail banget -_-" Jadi kayak habis minum susu tapi nggak dilap XD

    BalasHapus
  3. Lipstiknya warnanya cantik2 bgt yah mba cm sayang harus ditimpa berulang kali biar warnanya keliatan

    Roulinasbeautyblog

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih sist,,padahal warnanya cakep lho seandainya dia lebih creamy aja

      Hapus
  4. Warna lipsticknya kok gemes sih hehe. Cocok buat girls night out :D

    Regards,
    www.zeillamudev.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo dicoba sist,kalo suka warnanya hihihihi...

      Hapus
  5. Aku pengen coba compact powder nya *.*

    vinasaysbeauty.blogspot.com

    BalasHapus

Jangan lupa sertakan nama dan alamat blognya (kalo ada)