Minggu, 30 September 2018

5 Tempat Makan di Bandung Yang Bikin Pengen Balik Lagi




Assalamualaikum,

Kali ini aku enggak bakal bahas tentang review produk tapi bakal bawa kalian jalan-jalan kuliner di seputaran Kota Bandung. Sebenernya beberapa tempat ini tergolong baru karena setelah hampir 7 tahun meninggalkan Bandung dan akhirnya kembali lagi belum sempat mengeksplor lebih dalam lagi tentang kuliner di Kota Kembang ini. Tapi beberapa tempat berikut ini kontan bikin nagih dan pengen balik lagi ke sana. Kebetulan bisa berkolaborasi lagi dengan teman-teman dari Bandung Hijab Blogger yang pada kesempatan ini akan mengangkat tema "The Top 5 Things You Love About Bandung".






Sebenarnya banyak sekali yang bisa ditulis kalau sudah bicara tentang Bandung, mulai dari sejarahnya, tempat wisata, kebudayaan dan lain sebagainya. Tapi kalau bahas semua itu bakal jadi panjang banget nanti keburu pada bosen bacanya, kalau makanan aku yakin semua pasti suka. Karena dengan makanan bisa menyatukan semua orang dari beragam etnis dan golongan. Siapa yang enggak suka makan sih ya? Jadi yang mau aku ceritakan kali ini beberapa tempat makan atau kuliner yang bikin pengen balik lagi, siap-siap ngiler deh ya!😂


1. Se'i Sapi Lamalera


Sumber: Tripadvisor

Pernah dengan daging Se'i? 
Daging Se'i adalah daging yang dimasak dengan cara diasap yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sebenarnya pertama kali coba daging ini bukan di sini, kebetulan waktu itu dapat oleh-oleh dari saudara yang habis berkunjung ke Kupang, NTT. Dari situ aku sudah suka sama yang namanya daging Se'i cuma kalau pengen lagi agak jauh carinya, harus menyebrang hingga ke timur Indonesia. Pucuk dicinta ulam tiba, mungkin peribahasa yang pas untuk momen ini dimana aku menemukan ada restoran di Bandung yang menyediakan daging Se'i ini. Tempatnya memang agak terpencil tapi buat kalian yang tinggal di seputaran daerah Dipati Ukur, Bandung pasti tahu Se'i Sapi Lamalera ini. 

Ada banyak menu variasi daging Se'i yang dimasak dengan cabai alias pedas, ada Se'i sapi sambal ijo, lidah asap sambal matah, lidah asap rica-rica dan masih banyak lagi menu daging Se'i yang tersedia. Oh iya jangan khawatir daging yang digunakan adalah daging sapi. Kalian harus coba Lidah Asap Sambah Matahnya buat yang level pedesnya pemula seperti aku ini, rasa pedasnya masih bisa dinikmati jadi enggak terlalu berlebihan yang sampe bikin seuhah gitu.  Dan karena ini daging yng diolah dengan cara diasap, kalau aku masih bisa mencium aroma asapnya, wangi, dan aku suka. Untuk harga menurutku masih cukup terjangkau tapi enggak tahu kalau untuk ukuran mahasiswa, mungkin harga segitu harus mikir-mikir dulu mau keluarin 😁

Nulis beginian malah ngiler sendiri kan jadinya 😭 mana jauh banget kalau digojekin (kalau dari Cimahi).  Alamat tepatnya ada di Jalan Bagusrangin No 24A, kurang tahu apakah terlewati oleh angkot atau tidak karena waktu itu aku ke sana malam hari dan naik Grab Car. Pokoknya tinggal ikuti Google Maps pasti sampai kok. Satu lagi tempatnya itu unik banget kayak rumah biasa cuma di bagian dalamnya banyak lukisan/gambar-gambar lucu gitu tentang daging Se'i dan kayaknya di situ rame terus deh jadi makannya enggak bisa santai karena sudah banyak yang antri mau duduk. Tempatnya enggak terlalu besar, ada yang di dalam ruangan ada juga sebagian di luar.  Pokoknya kalian mesti coba dulu deh ke sana.


2. Sop Iga Hotel Topaz Bandung

Kalau yang ini aku lupa harga pastinya berapa tapi enggak sampai 100 ribu kok untuk nasi dan sop iga. Gara-garanya waktu menginap di Hotel Topaz Bandung yang berada di Jalan Dr. Djunjunan no 153, Bandung udah malam tapi masih lapar dong, parah banget! Mau gojekin makanan juga kayaknya udah pada tutup dan lagi males jajan fast food yang buka 24 jam juga tapi entah kenapa malah pilih sop iga plus nasi pula, makan udah malem banget di atas jam 10. Kalau lagi liburan suka lupa waktu makan memang. Akhirnya buka buku menu resto yang ada di kamar hotel terus coba buat telpon ke bagian restoran dan ternyata masih buka, duh senangnya 😂.

Lalu makanan yang dipesan juga ternyata masih ada makin senang dong pastinya. Dan ternyata enak banget, gaesss! Sop Iganya! dagingnya banyak, lembut, enggak ngelawan pas digigit. Kuah sopnya juga ringan, enggak terlalu banyak bumbu pokoknya PAS BANGET! aku masih bisa inget rasanya itu sop iga. Sambel rawit merahnya juga enak, cocok untuk sopnya dan walaupun udah malam sambelnya masih terasa fresh. 

Kalau kalian berkesempatan menginap di Hotel Topaz kalau sedang berkunjung ke Kota Bandung, wajib coba sop  iganya. Atau kalau sedang iseng, main aja ke sana restonya nyaman kok, sebagian ada yang outdoor ada juga yang indoor. Suasananya memang agak vintage gitu, tapi seru pengen balik lagi rasanya makan sop iga-nya.


3. Batagor H. Isan

sumber: Google

Batagor adalah baso tahu yang digoreng yang mana aku suka sedih kalau di Ibukota jadinya malah pangsit diisi terus digoreng, kan kesel ya! Harusnya kalau mau jualan batagor itu riset dulu langsung ke Bandung. Itulah kenapa aku cuma makan batagor asli Bandung dan selalu borong puluhan batagor kalau harus kembali ke Ibukota. Sebenarnya ada di beberapa wilayah di kota Bandung diantaranya di daerah Astanaanyar, Lengkong-Cikawao dan Gegerkalong Hilir.  Tapi yang paling sering aku beli yang di daerah Cikawao dan di daerah Cimahi. 

Yang di Cikawao ini terletak di pinggir jalan, sebelah kiri jalan kalau dari arah pertigaan lengkong. Kalau bingung tanya Bang Google aja buat arahannya ya. Batagor Isan mulai jaman harganya cuma 1000 Rupiah sampai terakhir harganya sekarang 2500 Rupiah dengan rasa yang tetap sama. Cuma satu yang dari dulu aku kurang suka yaitu bumbu kacangnya yang menurutku agak kurang sedap. Tapi itu selera, aku lebih suka batagor kuah atau makan batagornya saja pakai saos cabai. Tahunya agak kering tapi adonan ikannya pas menurutku enggak terlalu keras. Kalau kalian mau bungkus untuk dibawa pulang bisa minta digoreng setengah mateng jadi nanti bisa digoreng lagi di rumah atau di simpan di freezer.


4. Baso Tahu Mang Ade 

Buat kalian yang tinggal di kota Bandung kalau enggak tahu baso tahu ini kebangetan biyanget deh! Letaknya di daerah Jalan Ternate, dekat Taman Maluku dan dekat dengan pool Bus Kramat Djati. Jualannya cuma digerobak doang di pinggir jalan gitu tapi disediakan bangku buat yang mau makan di situ jadi jangan ngarepin ada kios atau cafe gitu ya, tapi adem kok, soalnya banyak pohon 😄. Dulu harganya 750 Rupiah, sekitar 15 tahun yang lalu sekarang enggak tahu deh berapa soalnya sudah lama banget enggak mampir dan terakhir mampir harganya udah 1250 Rupiah. 

Selain baso tahu ada juga siomay, kentang rebus, telur rebus, dan lain-lain. Baso tahu dan siomaynya enggak terlalu kering dan enggak terlalu lembek juga, menurutku pas. Bumbu kacangnya enggak pedas jadi kalau kalian suka pedas bisa tambahkan lagi sambelnya. Bumbu kacangnya itu gurih banget, enggak terlalu halus mereka gilingnya jadi masih berasa potongan kacang tanahnya. Dulu mereka jualannya senin sampai sabtu, enggak tahu sekarang, libur hari raya juga dia enggak jualan Dan kalau weekend jam makan siang pasti ngantri banget jadi sabar-sabar aja, ini layak ditunggu kok.


5. Brownies Bakar Prima Rasa

Kalau yang ini sebenarnya bukan tempat makan walaupun ada juga disediakan cafe di tiap outletnya. Prima Rasa ini toko kue yang terkenal sama brownis bakarnya. Outletnya kalau enggak salah ada 4 di Jalan Buah Batu, Jalan Kebun Jadi, Jalan Kemuning, dan Jalan Pasirkaliki, Bandung. Yang paling sering aku datangi yang  berada di Jalan Pasirkaliki, patokannya setelah Istana Plaza Bandung lurus saja yang ke arah Sukajadi, enggak jauh dari situ. Sebelahnya ada Bank UOB dan ada sekolahan yang aku lupa namanya apa, pokoknya daerah situ rame banget, kadang macet gara-gara sekolahan dan banyak yang parkir mau ke Prima Rasa.

Yang membedakan brownis Prima Rasa dengan yang lainnya yaitu ada sensasi kenyal gitu di brownis bakarnya. Enggak terlalu kering tapi enggak terlalu basah juga. Paling enak itu kalau dicelup ke teh atau susu, langsung lumer gitu kalau dimakan. Manisnya enggak berlebihan dan coklatnya berasa banget. Pokoknya itu best seller banget, sering keabisan. Pernah satu waktu habis banget yang di outlet Pasirkaliki, akhirnya aku cari sampai ke Jalan Kemuning yan menurut petugasnya itu dapurnya di situ. Dan setelah di-hunting sampai ke Jalan Kemuning dengan bantuan Google Maps tentunya dapet juga brownis bakarnya itu juga sudah rame banget, ngantri juga. Selain brownies, mereka juga jual kue-kue dan oleh-oleh khas Bandung lainnya. Untuk harga terakhir aku beli sekitar 40 ribuan, belum update lagi harga terbaru untuk brownies bakarnya. 


Sebenarnya tempat makan seru di Bandung itu buuuanyaaak banget bukan cuma 5 tempat ini saja, enggak bakal cukup dibahas sehari rasanya. Dan kayaknya sekarang makin banyak lagi tempat makan dan hang out baru di kota Bandung. Tepat tanggal 25 November 2018 Kota Bandung berulang tahun yang ke 208 tahun, usia yang cukup banyak begitu juga geliat kotanya yang tidak pernah berhenti dan selalu menuju ke arah yang lebih baik, dan lebih baik lagi. 

Kalau aku bahas tentang kuliner di Bandung yang bikin nagih, lain cerita nih kalau dari Anisa kira-kira hal apa saja yang dia suka tentang kota Bandung? pasti seru juga dan biar enggak penasaran langsung saja main ke blog-nya.

Nanti kapan-kapan kita cerita lagi tentang Bandung, kalau sekarang mungkin sedikit dulu. Sampai nanti 😉




" Dan bandung, Bagiku, Bukan cuma urusan wilayah semata, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan yang bersamakau, ketika sunyi. ". pidi baiq















12 komentar:

  1. Tiba tiba jadi pengen banget brownis nya teh... Apakah bisa di gojekin? Hahahahha

    BalasHapus
  2. Bikin ngiler nii teh, penasaran bgt sama Se'i Sapi Lamalera & sop iga hotel topaz huhuhu

    BalasHapus
  3. Batagor Isan emang legend banget ya di Bandung. jajanan favoritku juga nih.

    BalasHapus
  4. Penggemar brownies bakar prima rasaaaaaaaaaaaaaaaaaaa itu banget. lebih enak dari kue2 seleb menurut ku. Simple, gak banyak topping, tp ya enak

    BalasHapus
  5. Batagor H. Isan paling legendaris emang dehh.. orangtua saya hobi banget sama makanan ini dari dulu

    BalasHapus
  6. Sei sapi endolita ih...
    Suka banget ume. Murmer dan enak

    BalasHapus
  7. Sei sapi juaranya. Makan seporsi rasanya kurang. Padahal itupun udah yang large. Duh duh duh. Lapaar.

    BalasHapus
  8. Nice info banget teh. Aku baru tau lho yang teteh share, kecuali batagor H. Isan soalnya aku juga d Cimahi, tepatnya di Cimareme haha

    BalasHapus
  9. nomor 1 dan 2 pengen cobain ih, btw teh kenapa ya aku gabisa liat foto foto teteh di post ini untuk 3 foto teratas

    BalasHapus
  10. Malam2 baca beginian jadii laperrr...jd ngilerr ama daging sei nichhh :g

    BalasHapus
  11. brownis bakar primarasa Juaraaaaa!!!

    BalasHapus
  12. si se'i sapi meni paling juara da ituhh :)

    BalasHapus

Jangan lupa sertakan nama dan alamat blognya (kalo ada)