Selasa, 02 Maret 2021

My Life in 2020 ~ Online Course Madness

Salah satu hal yang mungkin bisa membuat tetap waras di tahun 2020 adalah memutuskan untuk mengikuti beberapa kursus online. Yes beberapa! artinya enggak cuma satu dong. Ini antara mau menguji ketajaman otak atau malah menambah ke- madness- an yang sudah terjadi. 

Entah dapat ide darimana waktu itu memutuskan untuk mengikuti kursus online padahal kalau dilihat dari rentang waktu kapan terakhir belajar formal di sekolah itu sudah lama sekali. Bahkan harusnya sudah mengurusi keperluan anak sekolah menengah pertama. Berikut ini adalah beberapa kursus online yang aku ikuti sepanjang tahun 2020. 

Tujuan membuat tulisan ini, siapa tahu ada yang membutuhkan info seputar kursus yang sedang aku ikuti atau paling tidak kalian tahu kalau selama pandemi aku enggak cuma berdiam di rumah tanpa menghasilkan apa pun 😆.

1. Pelatihan Pajak Brevet A dan B

Penasaran sama bagaimana cara kerja "pajak" dalam kehidupan ini membuatku mengambil pelatihannya selama kurang lebih 3 bulan. Saat ini sudah selesai dan dinyatakan "LULUS" dengan nilai yang cukup. Hanya lemah di bagian KUP (Ketentuan Umum Perpajakan) yang bikin nilainya agak kurang sedap dilihat. Itu pun sudah melalui proses remedial ketika ujian 😆dan tetap dapet "C". 

Waktu itu aku mengikuti pelatihan brevet pajak dari IAI Jabar yang bekerja sama dengan Universitas Widyatama Bandung.   Karena setelah Googling sana sini jawaban terbanyak adaalah IAI Jabar ini untuk wilayah kota Bandung dan sekitarnya. Pembelajaran dilakukan secara daring, buatku ini adalah pengalaman pertama "sekolah" dengan metode seperti ini.

Belajar daring itu benar-benar bergantung pada koneksi dan sinyal internet. Ada kalanya koneksi internet tidak bersahabat baik dari pihak pengajar atau dari perserta kursus. Apa saja yang dipelajari dari kursus ini? 

Tentunya semua A-Z tentang pajak di Indonesia, mulai dari dasar hukumnya, jenis-jenisnya, siapa dan apa saja yang harus dikenakan pajak dan masih banyak lagi. Waktu itu satu kelas pesertanya kurang lebih 25 orang, jujur aku enggak terlalu memperhatikan jumlah pastinya karena di tengah-tengah rentang kursus itu bisa saja peserta bertambah atau malah berkurang. 

Yang mengikuti juga dari beragam usia, profesi dan latar belakang pendidikan. Seru sih bisa berkenalan dengan orang baru lagi walaupun hanya sebatas dunia maya. Sampai kursus selesai belum pernah ada yang bertatap muka😁.


2. Kursus Bahasa Jepang

Kalau kursus yang satu ini awalnya tahu dari saudara sepupu suami yang sudah ikutan lebih dulu kursus bahasa Turki. Yang paling bikin kaget adalah harganya. Hari gini mana ada kursus murah meriah apalagi kursus bahasa asing yang mana untuk beberapa (mungkin) akan susah mengikuti dengan metode belajar seperti tempat kursus yang satu ini.  Namanya Gr's Course (baca: gres course), kalian bisa ikutan kursus bahasa asing hanya dengan 50 ribu saja. 

Kalian enggak salah baca kok, bukan typo juga. Memang segitu harganya untuk biaya kursus level 1 selama 2 bulan. Kalau mau meneruskan ke level selanjutnya harganya berbeda tapi masih dibawah 100 ribu dengan durasi kursus yang sama dengan level 1. Saat ini aku sendiri sedang mengikuti kursus bahasa Jepang level 2. Kenapa memilih bahasa Jepang?

Ini semacam mimpi masa muda yang tertunda. Karena dari dulu sebenernya bercita-cita pengen kuliah bahasa asing. Kalau enggak bahasa Inggris, bahasa Jepang gitu. Tapi nasib belum mengarah kesana dan baru kesampaian sekarang. Kalau ada kesempatan dan dana berlebih kayaknya aku masih pengen kuliah jurusan bahasa Jepang deh.

Selain itu salah satu bucketlist adalah traveling ke negeri sakura. Awalnya pengen banget lihat Hogwarts cabang Jepang deh😆😆 tapi setelah mulai dapat asupan anime kayaknya list tempat yang mau dikunjungi jadi lebih banyak. Kembali ke kursus, jadi cara kerja dari kursus ini mungkin untuk beberapa oarang agak kurang pas. Seperti yang sudah aku singgung di awal tadi, karena dalam rentang 2 bulan kursus ini kita akan berinteraksi dengan pengajar 1-2 bulan sekali tergantung permintaan peserta dan waktu luang dari pengajar.

Lalu bagaimana penyampaian materinya?

Materi akan diberikan setiap minggu melalu grup Whatsapp yang dibuat per kelas per level. Terdiri dari materi tertulis dan rekaman audio pengajar yang akan menjelaskan materi yang diberikan. Jadi kita hanya tinggal membaca dan mendengarkan. Setidaknya itu yang terjadi di kelas bahasa Jepang. Karena Gr's Course ini memberikan kursus bahasa asing lainnya dengan metode yang mungkin sama atau bisa jadi berbeda tergantung pengajarnya. 

Level 1 dimulai dari pengenalan huruf Hiragana dan Katakana yang sampai sekarang aku masih berusaha untuk mempelajari dan mengingatnya. Caraku adalah dengan menulisnya beberapa kali sampai hapal bentuk dan bunyi tiap huruf.  Selain itu kita belajar juga pengenalan kosakata dalam bahasa Jepang dan pola kalimat yang digunakan sehari-hari.  So far, aku masih bisa mengikuti walaupun dibarengi dengan kursus akunting.


3. Basic Financial Accounting Course

Harusnya sebelum pelatihan brevet aku ambil kursus akunting dulu untuk menjembatani jarak antara keduanya. FYI, dulu waktu SMA aku terpakasa masuk jurusan IPA dengan jiwa IPS 😆 karena jujur saja aku lebih suka pelajaran di jurusan IPS. Terlalu malas untuk bertemu dengan fisika,kimia, biologi dan kawan-kawannya. Waktu kelas 1 dan 2 pelajaran favorit ya bahasa dan ekonomi, jadi pas naik kelas 3 harus masuk jurusan IPA, rasanya gimana gitu. Bersyukur masih bisa lulus dengan nilai yang lumayan.

Untuk kursus akunting ini aku memilih di IAI Global, karena ternyata di IAI Jabar aku tidak menemukan kursus/pelatihan ini. IAI Global pusatnya di Jakarta, rencananya sih abis kursus ini selesai mau ambil pelatihan Brevet C karena di IAI Global lebih murah daripada IAI Jabar untuk biaya pelatihan Brevet C. Oh ya, dari tadi aku bilang IAI tanpa menjelaskan kepanjangannya, IAI adalah Ikatan Akuntan Indonesia. Selain pelatihan Brevet pajak ada juga kursus akunting dan persiapan untuk sertifikasi akuntan publik. 

Buat kalian yang mau ambil sertifikasi akuntan atau mau memperdalam ilmu seputar akunting dan financial coba mampir ke IAI Global. Durasi kursusnya sekitar 3 bulan, pada saat aku membuat postingan ini sudah masuk materi terakhir. Diperkirakan akhir Maret selesai kalau tidak ada kendala. Jadwal belajar yang aku ambil Sabtu dan Minggu dengan durasi kurang lebih 5 jam ditambah istirahat 15-30 menit tergantung pengajarnya. Kalau pelatihan brevet sebelumnya itu aku ikut kelas malam dari hari Senin sampai Jumat mulai dari jam 6 sore sampai jam 9.30 malam. Kadang sampai jam 9 malam kalau ada materi yang seru untuk dibahas.

Untuk kursus akunting kali ini tidak menggunakan aplikasi Zoom Meeting tapi pakai Microsoft Team. Yang mana itu butuh kuota/bandwith internet yang lebih besar dari Zoom Meeting. Karena pernah satu waktu wifi di rumah sedang mati total terpaksa pakai kuota XL, rasanya udah pengen tebalikin meja aja deh 🤧suka dukanya kursus online.


Sebenarnya aku bangga sama diriku sendiri, terutama kinerja otak😆Ternyata masih bisa dipakai untuk belajar ! Selain rencana mau ambil pelatihan brevet C, kayaknya aku mulai cari tempat kursus bahasa Jepang yang lebih intensif. Mana yang mau dikerjakan terlebih dahulu, jujur masih bingung. Aku belum yakin kalau nanti ambil pelatihan brevet C akan bisa berjalan beriringan dengan kursus bahasa Jepang. Mungkin harus cari yang waktunya flexible dan jangan sampai bentrok. 


Semoga postingan ini bisa membantu untuk kalian yang bingung menghabiskan waktu di rumah saja. Atau mau upgrade ilmu dari rumah saja, bisa kok! Jangan mau kalah sama obasan ini😆


じゃ、またね。。。



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa sertakan nama dan alamat blognya (kalo ada)