Minggu, 23 April 2017

Review: Flormar Mono Eyeshadow

Assalamualaikum,

Hello Ladies..Hello Cantik..
Lama tak jumpa ya dan aku kembali hadir dengan membawa beberapa warna-warni cantik nan segar. Entah kenapa aku lagi suka sama yang single-single jadi akhir-akhir ini lebih suka hunting eyeshadow single ketimbang palette. Salah satu brand yang juga mengeluarkan eyeshadow single adalah "FLORMAR".
Ini aku beli waktu promo beli 3 buah dibandrol dengan harga 100 ribu Rupiah saja. Sementara kalau harga normal 70 ribu Rupiah per buah. 

Flormar sudah ada sejak tahun 1970 dan berasal dari Itali yang kemudian berpindah ke Turki pada tahun 1972 dan mulai dari sana berkembang hingga ke kawasan Asia dan Eropa. Untuk Asian sebelum masuk ke Indonesia pada tahun 2016, Flormar sudah lebih dahulu menjajaki pasar Thailand dan Filipina pada tahun 2013 (source: Wolipop). Dan kini sudah ada di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Bali dan Medan. Sepertinya mereka masih akan membuka di kota-kota lainnya kita tunggu saja kabar gembiranya.

Flormar sendiri kalau menurutku lumayan lengkap jenis produk yang dimiliki mulai dari base makeup hingga cat kuku dengan range harga yang menurutku lagi sangat terjangkau mulai dari 30-200 ribuan. Pilihan warnanya pun sangat beragam terutama untuk foundation dan bedak mereka memiliki banyak pilihan warna yang disesuaikan dengan kulit wanita Indonesia. Aku seringnya berkunjung ke counter Flormar yang berada di mall Kota Kasablanka dan menurutku sangat komplit di sana. 


Karena masih dalam euforia mau koleksi eyeshadow single jadi lumayan beli beberapa warna. Warna yang aku pilih sengaja bertemakan spring/summer karena beberapa warna netral sudah lumayan banyak aku punya baik itu berupa palette atau eyeshadow single. 

Kemasan

Flomar Mono Eyeshadow ini memiliki kemasan sangat compact dilengkapi dengan cermin kecil yang menempel separuh pada tutup kemasan. Cukup unik memang desainnya tapi minus aplikator mungkin ketika mendesain kemasan harus memilih antara aplikator atau cermin *IMO*. Kemasan terbuat dari plastik berwarna hitam dengan bagian tutup terdapat plastik transparan untuk melihat warna eyeshadownya. Satu hal yang bikin agak menganggu yaitu kenapa mereka harus menempelkan tag harga pada bagian yang menunjukkan nama shade-nya 😓 jadi kalian mesti hati-hati mengelupasnya kalau tidak akan terbawa atau terobek.





Tekstur & Swatch

Aku mencoba beli 5 jenis warna yang berbeda untuk tahu bagaimana performa Flormar Mono Eyeshadow ini lalu aku coba swatch dengan menggunakan 2 macam eyeshadow primer yang berbeda. Pertama menggunakan Wet n Wild Photofocus Eyeshadow Primer yang bertekstur cream dan Viva Eyebase yang bertekstur gel. Terlihat bahwa jika aku menggunakan primer yang bertekstur gel membuat Flormar Mono Eyeshadow lebih "terikat" dan warnanya menjadi lebih pigmented. Karena secara tekstur Flormar Mono Eyeshadow ini powdery tapi masih bisa di toleransi karena tingkat powdery-nya tiap warna berbeda.

Seperti warna Satin Beige yang lebih powdery dari warna lainnya yang aku punya ini. Selain itu Flormar Mono Eyeshadow ini kalau boleh aku bilang terasa sangat kering mungkin itulah yang membuat dia lebih bisa "terikat" jika menggunakan primer yang water based.

"Blue Lake" memiliki warna light navy dengan sedikit sekali hint abu-abu/hitam, Orange Juice" warna oranye/jingga dengan glitter emas (glitternya sangat halus), "Plastron" warna soft plum dengan hint pink (cocok juga untuk dijadikan Blush On), "Volute" warnanya perpaduan antara ungu muda dan silver, "Satin Beige" warna cream. Pada umumnya Flormar Mono Eyeshadow yang aku punya ini punya hasil akhir semi-matte hingga satin finish karena beberapa warna akan seperti memantulkan jika terkena cahaya.

foto diambil tanpa menggunakan flash kamera ponsel dan tanpa menggunakan primer

Review Flormar Mono Eyeshadow



Satu hal yang buatku kecewa yaitu performa warna ketika diswatch di tangan jauh berbeda ketika diaplikasikan pada mata. Warna ketika diaplikasikan ke mata dengan menggunakan Viva Eye Base Gel sebagai eye primer jadinya malah sheer, baik itu untuk warna tergelap yang aku punya "Blue Lake", aku masih bingung apakah eye primer juga berpengaruh? Atau perbedaan kulit pada tangan dan kelopak mata? Sampai saat ini aku masih belum bisa menemukan masalahnya dimana? Kalau kalian ada yang pernah mencobanya juga aku ingin tahu juga bagaimana hasilnya.


Masuk pada kesimpulan, Flormar Mono Eyeshadow kalau menurutku ini lumayan untuk harga segitu aku tidak bilang ini tidak bagus juga karena pilihan warnanya banyak banget dan aku belum mencoba warna lainnya tapi aku juga tidak bilang ini bagus banget karena karakter tiap warna berbeda dan adanya ketidak-konsistenan dalam tekstur, selain itu mungkin Flormar Mono Eyeshadow punya warna-warna yang pigmented hanya untuk warna-warna gelap, *IMO*. Hanya saja eyeshadow ini tidak memberiku kesan "wow".

Apakah aku akan membelinya lagi? Mungkin saja karena aku masih penasaran dengan warna-warna lainnya dan kalau ada promo menarik.

Sampai di sini dulu cerita singkatku bersama Flormar Mono Eyeshadow, sekali lagi kalau kalian ada yang sudah pernah coba, tolong share pengalamanmu di kolom komentar karena aku sangat ingin tahu hasilnya. Sampai bertemu lagi, bye.

5 komentar:

  1. Yah, gw belom coba punya gw sih. Gw jg belinya yg warna gelap doank.

    fia
    www.fiarevenian.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. you should try it, Sist! :D
      tapi kayaknya kalau warna gelap rada mending dikitlah *IMO*

      Hapus
  2. Warna - warnanya cantik banget kak! Tapi di Bali masih susah cari flormar. ._.

    www.vinasaysbeauty.com

    BalasHapus
  3. eh Flormar udah masuk Bali belom ya?
    Tunggu aja sist, sapa tau segera buka juga counter di sana.
    Thank you dah mampir ya

    BalasHapus
  4. stuju banget. kenapa label pricingnya harus disana yah :(.

    BalasHapus

Jangan lupa sertakan nama dan alamat blognya (kalo ada)