Jumat, 01 Maret 2019

Umroh 2018: Trip 18 Jam Turki Part 2 - Hagia Sophia, Museum Panorama 1453 (end)






Kalau sudah baca postingan sebelumnya maka akan aku lanjutan trip singkat di Turki dalam rangka menunggu waktu transit untuk melanjutkan penerbangan ke Madinah. Masih di seputaran Hippodrome yang bentuknya seperti alun alun dengan beberapa tugu/obelisk bersejarah yang sepertinya tidak mungkin aku jelaskan satu persatu karena beberapa tulisannya dalam bahasa Turki dan ada yang sudah mulai tidak ada keterangannya juga karena tergerus jaman. Sebelumnya sudah diceritakan tentang Masjid Biru
atau Masjid Sultan Ahmed, sekarang aku mau kasih lihat tempat selanjutnya yang akan dikunjungi.


 


Kalau kita keluar dari Masjid Biru maka akan langsung terlihat kubah suatu bangunan yang sudah sangat terkenal dan juga menjadi ikon Negara Turki, Hagia Sophia. Tinggal berjalan sedikit melewati tembok pemisah maka akan langsung  melihat bangunan megah yang didominasi warna oranye. Disekitarnya terdapat taman yang cukup luas dan tempat duduk yang tidak sedikit. Waktu itu suasana sedang ramai di area taman tapi sayangnya Hagia Sophia ditutup sementara karena sedang direnovasi dan baru dibuka minggu depannya. Sedih banget, soalnya tujuan utamanya pengena banget masuk ke  dalam Hagia Sophia yang kini difungsikan sebagai museum. 

Akhirnya cuma bisa berfoto di area luar tembok Hagia Sophia, maksain banget memang pengen selfie tapi susah banget. Waktu itu masih belum terlalu kenal dengan jemaah lainnya jadi agak sungkan untuk meminta tolong difotokan, padahal harusnya sih tolong saja. Biasa masih hari pertama jadi masih pada jaim gitu. Tidak terasa sudah waktunya makan siang jadi kami kembali ke daerah waktu kami sarapan tadi, maaf lagi aku tidak tahu nama jalannya apa pokoknya kalau dari komplek Hagia Sophia dan Blue Mosque dekat sekali, kalau jalan paling cuma 10-15 menit. Karena jadwalnya sangat padat masih ada beberapa tempat yang harus dikunjungi sebelum kembali ke bandara. 



kurang tidur, belum mandi, kaki pegel banget, tapi tetep pengen selfie 


Sepanjang perjalanan dari komplek Hagia Sophia dan Blue Mosque ke tempat makan siang aku menemukan beberapa kucing dan anjing di jalanan. Tapi aku juga menemukan sudut-sudut yang diletakan makanan mereka, tempat makan dan minum yang terisi penuh. Sempat heran dan kagum karena kota ini masih mau peduli dengan mereka yang dijalanan ini. Kucing dan anjing jalanan di Turki ukurannya lebih besar daripada kucing jalanan di Indonesia. Ya tentu saja karena mereka diberi makan dan pastinya ketebalan bulu menyesuaikan dengan tempat tinggal. Cuma tetap saja terbanyang di udara yang cukup dingin apalagi kalau malam pasti mereka akan kedingingan.

Ternyata setelah kembali ke Indonesia aku menemukan artikel yang menyebutkan kalau Turki adalah salah satu negara yang memelihara kucing dan anjing jalanan. Bukan hanya memberi makan dan minum tapi juga  disediakan tempat untuk berdiam dan berlindung dari cuaca. No wonder kalau kucing dan anjing di sana terlihat terawat. Bahkan aku menemukan ada yang sudah disteril juga ditandai dengan telinga yang sedikit diberi luka seperti layaknya kalau kucing-kucing sudah disteril. 
Jadi pengen tinggal di Turki deh rasanya, bisa ikut bantu urusin kucing jalanan kayak gini.






Sebenarnya ada satu tempat yang kita kunjungi sebelum sampai ke Museum ini yaitu toko kulit yang menyediakan beragam jenis pakaian dan aksesoris yang terbuat dari bahan kulit. Turki memang terkenal dengan produksi bahan-bahan kulit yang terbaik. Karena hanya singgah jadi tidak bisa terlalu banyak mengambil foto.  Jadi langsung saja menuju Museum Panorama 1453 dan sayangnya lagi ketika kami ke sana sedang dalam renovasi juga. Jadi tidak bisa melihat bagian depan museum ini. Terletak di Topkapi Culture Park museum ini berbentuk lingkaran dengan kubahnya yang terkenal berisi diorama peperangan penaklukan kota Konstatinopel oleh pasukan Sultan Ottoman Mehmed. 

Di dalamnya banyak sekali literatur dan lukisan yang menggambarkan kota ini di jaman peperangan dahulu. Semua keterangan ditulis dalam bahasa Turki dan Inggris selain itu ada juga toko souvenir di dalamnya kalau-kalau masih ada tempat untuk oleh-oleh. Harganya cukup terjangkau kok, seingatku aku beli tote bag yang terbuat dari bahan kulit imitasi tapi cukup tebal seharga 30 ribuan kalau dalam Rupiah. 









Setelah dari museum ini sebenarnya ada satu tempat terakhir yang kami kunjungi sebelum kembali ke bandara yaitu Masjid Sultan Ayyub. Karena hari sudah sore dan kami belum shalat Ashar jadi sangat terburu-buru tidak sempat foto dan video keadaan masjid tersebut yang lagi-lagi sedang mengalami renovasi dan pembersihan di beberapa bagian. Masjid Sultan Ayyub ini adalah masjid yang didirikan di sebelah makam salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yaitu  Abu Ayyun Al Anshari yang meninggal di Konstatinopel ketika peperangan yang dipimpin oleh Kekhalifahan Umayyah. Masjid Sultan Ayyub ini adalah masjid pertama yang dibangun oleh Kesultanan Turki Ottoman setelah penaklukan Konstatinopel dan simbol penyebaran agama Islam di Eropa.


Sebelum berangkat ke bandara kami makan malam di restoran Kebab House yang menyediakan makanan khas Turki. Mungkin karena kiblat mereka ke Eropa jadi makanan terasa kurang micin-nya đŸ˜‚. Tapi karena sudah lapar sayang kalau tidak dihabiskan. Dari sini kami langsung kembali menuju bandara karena ternyata sudah hampir telambat untuk check ini. 
Memang tidak cukup satu hari kalau ingin berkeliling di Turki, kalau ada umur dan rejeki lagi mungkin kami akan kembali ke sini. Karena belum sempat masuk Hagia Sophia dan masih banyak destinasi wisata yang belum dikunjungi.

Dari bandara Attaturk-Turki kami langsung bertolak ke Madinah terlebih dahulu dan bermalam beberapa hari sebelum memulai perjalanan umroh ke Mekkah. Kira-kira perlu enggak bikin postingan tentang perjalanan Madinah-Mekah?
Karena perjalanan tersebut hanya fokus untuk ibadah jadi mungkin tidak terlalu banyak footage yang bisa kami ambil. Tapi nanti kalau ada kesempatan akan kubuat postingannya karena harus mengumpulkannya terlebih dahulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa sertakan nama dan alamat blognya (kalo ada)